Kamis, 15 Januari 2009

Bahan Renungan Masalah Transplantasi Organ.

Berita dari negeri seberang ini membikin dahi aku berkernyit saat membacanya. Saya kira hal ini perlu saya angkat disini sebagai bahan renungan atau apalah bahan diskusi mengenai masalah-masalah transplantasi organ manusia.

cerita lengkapnya ada di surya online:

"Suami Minta Kembali Ginjalnya Gara-gara Istri Selingkuh"

Long Island | SURYA Online-Dokter Richard Batista tergolong suami yang sangat mencintai istrinya. Buktinya, ketika sang istri, Dawnell, sakit dan membutuhkan ginjal, iapun memberikan ginjalnya. Batista rela menyumbangkan satu ginjalnya demi keselamatan istrinya.

Namun, kisah cinta itu telah berakhir. Batista sangat berang ketika mengetahui istrinya berselingkuh. Rumah tangga yang dibangun cukup lama akhirnya berantakan. Mereka akhirnya cerai.

Batista benar-benar marah. Ia lalu memberi ultimatum kepada sang istri. Dawnell harus membayar ganti rugi sebesar 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp 16,5 miliar) atau mengembalikan ginjal.

“Tidak ada yang lebih pedih selain dikhianati orang yang sangat Anda cintai. Saya sudah menyelamatkan nyawanya. Tapi kepedihan ini tak terkatakan,” ujar Batista.
Batista menuduh istrinya membalas kebaikannya dengan pengkhianatan.

Pertama, Dawnell berselingkuh dengan terapis fisiknya, kedua, menutup akses pertemuan Batista dengan anak-anak mereka, yang masing-masing berusia 14, 11, dan 8 tahun.

Menanggapi kasus itu, Direktur Sekolah Kedokteran Wisconsin Dr David Cronin mengatakan, organ tubuh manusia tidak bisa dihargai.

“Setiap upaya penjualan organ tubuh selalu digagalkan. Donor organ tubuh seperti kontrak yang menyatakan bahwa pedonor setuju memberikan organnya kepada penerima tanpa imbalan apapun,” jelas Cronin yang menganggap perseteruan Batista Dawnell seperti ‘kisah sinetron’.

========================
apa mau dikata, kisah cinta, kesetiaan, pengkhianatan merupakan cerita yang tak ada akhirnya di dunia. Ibarat pepatah Air susu dibalas air tuba.

Tetapi bagaimanapun upaya untuk donor organ adalah upaya mulia untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan. dimulai dari niat yang mulia, tak mengharapkan apapun dari orang yang menerima. Bagaimana pendapat anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar