Kamis, 08 Januari 2009

Kedewasaan pikiran anak-anak

Cita-cita anak kecil sekarang mungkin udah berubah, kalo dulu ditanya apa cita-citanya besok kalo udah besar? pengin jadi dokter, tentara, hakim, pengacara, penulis, polisi, pilot, wartawan, presiden, dllnya, bisa jadi berubah pengin nikah dini aja secepatnya!

Apa mau dikata dunia sudah berubah jadi kotak ya?

kalo Indonesia baru aja dihebohkan dengan pernikahan ustadz puji, dibelahan dunia yang lain dihebohkan juga adanya berita:

Bocah Nekat Kawin Lari ke Afrika
Jawa Pos, Rabu 7 Januari 2009
HANOVER - Ini salah satu bukti betapa bocah sekarang makin cepat matang secara psikologis. Salah satu faktor pemicunya adalah tayangan audiovisual yang bebas mereka saksikan kapan saja dan di mana saja. Mika dan Anna Lena merupakan anak Jerman yang masing-masing baru berusia 7 dan 6 tahun.

Tanpa sepengetahuan orang tua, mereka nekat hendak kabur ke Afrika untuk kawin lari. Bahkan, mereka mengajak bocah lain berusia 5 tahun yang akan berperan sebagai saksi pernikahan. Benarkah? Itulah pengakuan mereka ketika ditanya petugas keamanan stasiun kereta api yang rencananya ditumpangi menuju bandara.

Misi romantis sepasang kekasih cilik itu muncul begitu saja setelah mereka menonton film dokumenter tentang Afrika pada malam tahun baru lalu bersama keluarga. Mika dan Anna memang tinggal satu rumah sejak ayah Mika dan ibu Anna memutuskan hidup bersama serta pindah ke rumah baru di Hanover, Jerman, beberapa waktu lalu.

''Dari (film) itu, mereka lalu merancang rencana untuk masa depan,'' kata Juru Bicara Polisi Hanover, Holger Jureczko.

Bayangan indahnya menikah di bawah sinar mentari Benua Afrika turut menari-menari di benak dua bocah itu. Wajar saja karena Jerman masih diselimuti salju tebal akibat musim dingin. Menjelang berangkat, dua bocah itu membujuk adik Anna Lena, Anna Bell, untuk ikut serta sebagai saksi. Dasar sama-sama bau kencur, Anna Bell hooh saja mengikuti pasangan cilik yang lagi kasmaran itu.

Begitu fajar hari pertama 2009 menyingsing, tiga bocah tersebut mengendap-endap keluar rumah. Ketika itu, kedua orang tua mereka masih tidur nyenyak di kamar. Mereka tak lupa membawa perlengkapan perjalanan, seperti kacamata hitam, celana renang, pakaian musim panas, dan sandwich. Persis seperti kaum backpacker yang hendak merencanakan petualangan panjang menjelajahi negeri.

Lolos dari pantauan orang tua, mereka berjalan kaki menantang dingin sejauh 1,5 kilometer menuju halte trem. Sesampai di tujuan, mereka duduk manis menunggu kereta dengan tujuan bandara yang jaraknya sekitar 50 kilometer. Kehadiran mereka, apalagi tak tampak didampingi orang dewasa, mengundang kecurigaan petugas setempat. Petugas itu lalu menghubungi polisi lokal. Tak lama berselang, dua polisi datang dan menghampiri mereka.

Dengan nada bersahabat, polisi bertanya kepada bocah-bocah lugu tersebut. Begitu tahu tiga bocah itu hendak terbang ke Afrika, polisi tersenyum geli. Petugas keamanan tersebut lalu mengatakan, mereka tak mungkin bisa melakukan perjalanan sejauh itu tanpa uang dan tiket pesawat. ''Mereka lalu menurut ketika dijanjikan minuman panas dan sarapan,'' kata Jureczko.

Untuk menyenangkan hati anak-anak tersebut, polisi mengajak mereka jalan-jalan dengan mobil tahanan. Sambil menikmati perjalanan, polisi menasihati, ''Kalian bisa melanjutkan rencana (menikah) itu jika sudah dewasa.'' Orang tua mereka lalu datang menjemput di stasiun dan membawanya pulang. (ape/ami)

Et Causa Kematian Korban di Palestina dibiarkan Kosong

Jawa Pos, Rabu 7 Januari 2009 hal 15.

Cuplikan Berita:
Raed Arini, seorang petugas di Rumah Sakit Shifa, menyatakan dirinya sudah berhenti mengisi kolom ''sebab-sebab kematian pasien'' dalam lembaran rekam medis. ''Sebab-sebab kematian adalah tentara Israel,'' kata Arini sebelum bergegas menyambut kembali kedatangan para korban luka-luka bersama sejumlah petugas medis lainnya.

Mencermati perseteruan Israel - Palestina

Hari-hari ini, tiap melihat siaran berita di TV, Penyerangan Israel di jalur gaza selalu menjadi berita utama.

Mencermati ini, selalu ingin hati mengikuti perkembangannya.

Lewat google kupelototi, kata-kata israel dan palestina.
Tak lupa, aku masukkan kata "israel" maka hasil telusur untuk israel. (0.07 detik) muncul 334,000,000 kata. Lantas aku masukkan kata "palestina" maka hasil telusur untuk palestina. (0.04 detik) muncul 18,400,000. Selisih yang sangat jauh bukan!
ps. ditelusuri 8 Jan 09 pkl 09.30 WIB

kemarin lagi baca-baca di jawapos. di halaman opini oleh Misbahul Huda, (E-mail: misbahul@temprina.com), menarik kajiannya, saya tayang ulang disini:

Perseteruan Abadi Israel v Palestina demi Historical Right (1)
Kepahitan Sejarah Telah 35 Abad

Sejarah mencatat, tak ada perseteruan dan permusuhan yang sedemikian lama ''seabadi'' kasus Israel-Palestina, musuh bebuyutan sejak abad 14 SM sampai sekarang abad 21 M. Tak kurang dari 35 abad perseteruan itu belum juga menemukan jalan damai yang diimpikan.

Bandingkan dengan perang dingin Rusia v Amerika, yang tak lebih satu abad telah berakhir dengan pecahnya Rusia pasca glasnost dan perestroika. Perang ideologi besar dunia komunis versus kapitalis juga telah berakhir dengan ambruknya masing-masing ideologi. Komunisme telah luruh menjadi neo-komunisme sejak RRC menjadi negara yang membuka modal kapitalis.

Sebaliknya, kapitalis juga ambruk seiring runtuhnya ekonomi dunia yang episentrumnya ada di Amerika. Dan kini sedang berproses mencari model baru kapitalisme (neo-kapitalisme).

Ringkasan Sejarah dan Ibrah

Bani Israil adalah golongan keturunan Nabi Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim as, juga dikenal dengan nama Yahudi. Sejarah Bani Israil bermula ketika Nabi Ibrahim mengembara bersama pengikutnya menyeberangi Sungai Eufrat menuju Kan'an (kini Palestina). Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri mudanya, Siti Hajar, dia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Dari istri tuanya, Siti Sarah, dia dikaruniai seorang anak bernama Ishaq.

Sewaktu wafat, Ibrahim meninggalkan putranya yang kedua, Ishaq, di Kan'an dan putanya yang pertama, Ismail, di Hedzjaz (kini menjadi wilayah barat kerajaan Arab Saudi, yaitu Makkah, Madinah, Taif, dan Jeddah).

Konon, pengasingan dua anak yang berjauhan itu akibat perseteruan dua istri Ibrahim -Sarah dan Hajar- yang tidak akur. Dari sinikah awal perseteruan Israel-Palestina tersebut dimulai? Wallahu a'lam, karena ada yang bergumam, seandainya Ibrahim tidak beristri dua, niscaya dunia tidak seperti ini.

Ismail akhirnya menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab, garis keturunannya hingga nabi terakhir Muhammad saw. Ishaq mempunyai dua anak, yakni Isu dan Ya'qub, yang disebut terakhir dikenal juga sebagai Israel dan darinyalah berasal keturunan Bani Israil.

Ya'qub mempunyai dua istri. Dari keduanya, dia dikaruniai 12 orang anak. Yakni, Raubin, Syam'un, Lawi, Yahuza (asal kata "Yahudi"), Yassakir, Zabulun, Yusuf as, Benyamin, Fad, Asyir, Dan, dan Naftah. Dari 12 putranya itulah kemudian keturunannya berkembang.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang-orang Israel sudah menjadi satu suku besar dan berpengaruh, mengembara ke berbagai daerah. Akhirnya, melalui pantai timur Laut Tengah, mereka sampai ke Mesir (ketika keluarga Ya'qub menemui Yusuf as yang telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir).

Di balik kisah keluarga Ya'qub, kebiadaban dan kelicikan anak-anak Ya'qub (baca: Bani Israil) sudah terbaca saat mereka tega memasukkan Yusuf as ke sumur tua karena iri hati lantaran Yusuf lebih disayangi ayahnya. Liciknya, mereka tega menyusun skenario alibi bahwa Yusuf dimakan serigala (dikisahkan dalam QS Yusuf).

Selama 100 tahun di Mesir, Bani Israil hidup dalam suasana aman dan makmur, tetapi berikutnya adalah masa-masa pahit karena penderitaan kerja paksa di Piton. Kemudian, Nabi Musa (cucu Ya'qub keturunan dari Lawi) membawa kaumnya kembali ke Palestina. Usaha Nabi Musa as untuk membawa Bani Israil masuk Palestina tidak berhasil karena umatnya membangkang hingga nabi wafat.

Akhirnya diteruskan oleh sahabatnya Yusa bin Nun. Dia membawa mereka memasuki Palestina melalui Sungai Yordan memasuki Kota Ariha dengan membunuh seluruh penduduknya. Dengan peristiwa itu, mulailah zaman pemerintahan Bani Israil atas tanah Palestina dan mereka berhasil membentuk suatu umat dari berbagai suku bangsa.

Kehidupan Bani Israil di Palestina itu dapat dibagi dalam tiga zaman. Pertama, zaman pemerintahan hakim-hakim (lebih kurang empat abad). Pada zaman tersebut, mereka mulai berubah dari cara hidup musafir kepada cara hidup menetap.

Kedua, zaman pemerintahan raja-raja (sekitar 1028-933 SM). Pada masa itulah, tepatnya pada masa pemerintahan Nabi Daud as, Bani Israil memasuki masa jaya di Palestina.

Ketiga, zaman perpecahan dan hilangnya kekuasaan Bani Israil. Setelah meninggalnya Nabi Sulaiman as kira-kira 935 SM, dia digantikan putranya, Rahub'am, tetapi keluarga Israil yang lain mengangkat saudara Rahub'am, yaitu Yarub'am. Dari sini mulailah Bani Israil memasuki masa perpecahan.

Sementara itu, Kerajaan Mesir di selatan kembali jaya, demikian pula Suriah di utara. Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Israil di Palestina bagai wilayah kecil yang terjepit celah-celah dua rahang mulut musuh yang menganga. Menjelang tahun 721 SM, kerajaan Israil lenyap dihancurkan oleh tentara Asyur (kini Iraq).

Dengan demikian, Bani Israil hanya sempat hidup menetap selama periode 1473-586 SM. Setelah itu, mereka berpencar kembali ke berbagai negara, seperti Mesir dan Iraq.

Kehancuran Israel lebih tragis lagi saat pasukan Romawi menaklukkan Palestina dan menduduki Baitulmaqdis. Panglima Titus Flavius Vespasianus sempat memusnahkan Jerusalem karena terjadi pemberontakan Yahudi di situ. Akhirnya, Bani Israil berhasil menyelamatkan diri lari ke berbagai negara, seperti Mesir, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan ini, mulailah babak baru pengembaraan Bani Israil ke seluruh penjuru dunia.

Perseteruan Abadi Palestina v Israel demi Historical Right (2-habis)
Yahudi Tak Bisa Hidup Berdamai

Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dia telah menemukan orang-orang Israil sebagai suatu komunitas penting di sana. Maka, sebagai penghargaan terhadap mereka, Nabi Muhammad SAW menyusun Piagam Madinah yang mengatur hidup berdampingan secara damai antara umat Islam dan umat lain, termasuk umat Yahudi.

Namun, kemudian umat Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut, sehingga Alquran mengutuk mereka secara terus-menerus sebagai orang yang mengkhianati janji dan mereka diusir dari Madinah.

Diakui Bani Israel memang diberi kelebihan Tuhan berupa otak yang cerdas, tetapi angkuh, sombong, dan rasis. Justru karena keangkuhan dan arogansinya itulah, mereka (Bani Israel) dikenal sebagai umat ngeyel, pembangkang (QS Al Baqarah). Meski kepadanya Tuhan mengutus beberapa nabi berturutan (Ya'qub, Yusuf, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, dll) alih-alih mereka mentaati nabinya, bahkan ada yang membunuhnya. Kebiadaban yang sulit diceritakan dengan kata-kata.

Sejak awal pengembaraan ini sampai abad ke-19 (kira-kira 25 abad), orang Yahudi tidak banyak diperbincangkan. Hanya tercatat bahwa mereka terbuang dari satu daerah ke daerah lain atau terusir dari satu negara ke negara lain, sebaliknya umat Islam mengulurkan tangan kepada mereka.

Pada akhir abad ke-19 dan seterusnya, keadaan berbalik. Perang Dunia I dan Perang Dunia II mengubah nasib bangsa ini. Cita-cita zionisme ditunjang dengan semangat yang tinggi oleh seluruh peserta perang, kecuali Nazi Jerman. Dengan cara khusus, berangsur-angsur umat Yahudi bergelombang memasuki daerah Palestina.

Komisi persetujuan Amerika-Inggris memberi rekomendasi terhadap satu rombongan besar kaum ini untuk memasuki Palestina. Sampai pertengahan abad ke-20, dalam tempo 30 tahun, mereka yang memasuki Palestina mencapai angka 1.400.000 jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk asli Palestina.

Pada 1947, pemenang Perang Dunia II menghadiahkan satu negara Israel untuk orang Yahudi di Palestina. Negara ini sampai sekarang merupakan duri dalam daging bagi dunia Arab. Akibatnya, negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain merupakan dua kubu yang saling berhadapan. Peperangan antara dua kubu itu tidak putus-putusnya hingga kini, terhangat, ditandai dengan serbuan ke jalur Gaza yang membunuh ratusan korban tak berdosa.

Berkedok Historical Right

Gelombang imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina itu didorong oleh semangat zionisme pimpinan Theodor Herzl (1860-1904), mereka adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat "keyahudian" sebagai sebuah nama ras, bukan masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama dan penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah seharusnya itu.

Herzl, sang pendiri zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, lalu dikenal sebagai "Uganda Plan". Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina karena mereka merasa mempunyai hak sejarah (historical right) atas bumi Palestina. Tegasnya, Palestina dianggap sebagai "tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi".

Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya, bahwa mereka adalah "ras" yang tinggi dan terpisah. Karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina.

Logika zionisme yang nasionalis, rasis, dan kolonialis inilah yang menginspirasi semua penjajahan dan semua peperangan. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan Timur Tengah, kecuali jika Israel meninggalkan paham zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim. Warisan bersama tiga agama wahyu yang pro kasih sayang dan persaudaraan: Yudaisme, Nasrani dan Islam.

Dipilihnya Palestina sebagai negara zionis karena "historical right" adalah alasan yang dicari-cari dan dipaksakan. Bukankah sejak abad ke-5 SM yahudi di Palestina tinggal sedikit yang tersisa, karena menyebar, berlarian mengembara ke seluruh penjuru dunia? Pantaskah bangsa yang sudah meninggalkan tanah kelahirannya 25 abad, lalu memaksakan diri kembali ke tanah asal dengan klaim mempunyai hak sejarah?

Lebih naif lagi jika semangat "mudik" itu harus diikuti dengan peperangan dan membunuh penduduk asli Palestina yang sudah menempatinya ribuan tahun dan puluhan generasi.

Melihat arogansi zionisme yang rasis, kolonialis, serta tidak bermotif iman dan damai, mestinya Israel bukanlah sekadar musuh Palestina, bukan pula musuh negara-negara Arab, atau bukan pula musuh Islam, tetapi musuh bersama dunia semua agama yang cinta damai. Sebab, jika zionisme sekuler yang menjadi mind-set nya, tidak akan pernah bisa hidup secara damai dengan siapa pun, di mana pun, dengan agama apa pun.

* Misbahul Huda, penggiat dakwah (E-mail: misbahul@temprina.com)
sumber: Jawa Pos.

Senin, 05 Januari 2009

Lembar Fakta Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis: Infeksi dan Penularan
  • Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.
  • TB ditularkan melalui udara (melalui percikan dahak penderita TB).
  • Ketika penderita TB batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka memercikkan kuman TB atau bacilli ke udara. Seseorang dapat terpapar dengan TB hanya dengan menghirup sejumlah kecil kuman TB.
  • Penderita TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan sekurang-kurangnya kepada 10-15 orang lain setiap tahunnya. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB.
  • Seseorang yang tertular dengan kuman TB belum tentu menjadi sakit TB. Kuman TB dapat menjadi tidak aktif (dormant) selama bertahun-tahun dengan membentuk suatu dinding sel berupa lapisan lilin yang tebal. Bila sistem kekebalan tubuh seseorang menurun, kemungkinan menjadi sakit TB menjadi lebih besar.
  • Seseorang yang sakit TB dapat disembuhkan dengan minum obat secara lengkap dan teratur

Situasi TB Global

  • Terdapat sekitar 9.2 juta kasus baru TB dan kira-kira 1.7 juta kematian karena TB pada tahun 2006.
    • Perkiraan insidensinya1 adalah 9.2 juta kasus baru TB pada tahun 2006.
    • Diperkirakan 1,7 juta orang (25/100.000) meninggal karena TB pada tahun 2006, termasuk mereka yang juga memperoleh infeksi HIV (200.000).
  • India, Cina dan Indonesia berkontribusi lebih dari 50% dari seluruh kasus TB yang terjadi di 22 negara dengan beban berat TB: Indonesia menempati peringkat ke-3 setelah India dan Cina.
Tantangan TB Indonesia
  • Beban TB di Indonesia masih sangat tinggi, khususnya mengenai kesembuhan yang ada.
  • Setiap hari sekitar 300 orang meninggal karena TBC di Indonesia. Lebih dari 100,000 orang meninggal setiap tahun.
  • Lebih dari setengah juta pasien TB baru di Indonesia setiap tahun.
  • Total pasien TB di Indonesia lebih dari 600,000 orang, dan terdapat perbedaan besar dari angka penyakit TB di wilayah Sumatera, Jawa–Bali, dan Kawasan Timur Indonesia
  • Insidensi kasus BTA positif tahun 2006 diperkirakan 105 kasus baru per 100,000 penduduk (240,000 kasus baru setiap tahun), dan prevalensi 578,000 kasus (untuk semua kasus).
  • TB adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan peringkat 3 dalam daftar 10 penyakit pembunuh tertinggi di Indonesia, yang menyebabkan sekitar 88,000 kematian setiap tahunnya.
  • Sebagian besar penderita TB adalah usia produktif (15-55 tahun).
  • Fokus program adalah untuk memperluas cakupan DOTS melalui semua unit pelayanan kesehatan di Indonesia serta meningkatkan kualitasnya. Hal ini tidak dapat dicapai hanya dengan meningkatkan kegiatan di Puskemas, namun diperlukan strategi-strategi inovatif lainnya, seperti perluasan jejaring DOTS dengan rumah sakit, intervensi TB–HIV, perencanaan khusus untuk wilayah miskin dan populasi yang sulit dijangkau, penanggulangan TB di penjara, penanggulangan TB anak, pencegahan kasus kekebalan terhadap obat TB, keterlibatan LSM serta organisasi lain, dan lain-lain.
  • Intervensi bersama TB-HIV: HIV meningkatkan kejadian TB dan angka kematian di wilayah dengan prevalensi HIV tinggi (11-50% pasien HIV/AIDS meninggal karena TB).
  • Indonesia mempunyai epidemi HIV yang terkonsentrasi, prevalensi HIV/AIDS pada orang dewasa (15-49 tahun) diperkirakan <0.2%4, st="on">Indonesia. Wilayah dengan resiko tinggi HIV perlu mendapat prioritas program TB.
  • Surveilans kekebalan obat TB belum dilaksanakan di Indonesia dan survei-survei terbatas yang dilaksanakan di Jakarta menemukan adanya kasus kekebalan obat TB pada lebih dari 4% kasus-kasus yang tidak diobati sebelumnya5. Suatu survei yang representatif diperlukan untuk mengetahui situasi di Indonesia (perkiraan nasional dari WHO adalah 2.0%).
  • Terdapat kelompok-kelompok populasi khusus yang lebih rentan terhadap TB: para perempuan, anak, manula, dan orang-orang dengan resiko penularan tinggi seperti para tahanan dan kaum pendatang.
  • TB sangat berpengaruh terhadap kaum miskin: menurut Bank Dunia, 53% penduduk berpenghasilan kurang dari US$ 2 per kapita per hari, dan 37 juta orang hidup dibawah garis kemiskinan (2003). Mengobati TB juga berarti menangani kemiskinan.
  • Sejak 1999/2000, 98% Puskesmas dikembangkan untuk melaksanakan DOTS, namun secara kualitas ditingkatkan bertahap melalui intensifikasi seperti pelatihan, magang (on the job training) dan bimbingan teknis.
  • Sampai tahun 2006, sekitar 36% dari total rumah sakit telah terlibat dalam DOTS
  • Lokasi-lokasi khusus lainnya sedang dilibatkan dalam pelayanan DOTS: tempat kerja, wilayah kumuh, penjara, Posyandu, dan lain-lain.
  • GERDUNAS TB, Gerakan Terpadu Nasional untuk Penanggulangan TB, sebuah gerakan lintas sektor dan lintas program yang dibentuk pada tahun 1999, merupakan suatu bentuk kemitraan dalam penanggulangan TB, dan Kepala Sub Direktorat P2TB berperan sebagai Sekretaris Eksekutif.
  • Forum Kemitraan TB Indonesia dibentuk pada tahun 2001, dan sekarang beranggotakan lebih dari 50 organisasi profesional, institusi akademis dan LSM yang bergabung didalamnya.
Reposted from: tbcindonesia

Sabtu, 03 Januari 2009

Sembilan Solusi Live-Saving Keselamatan Pasien Rumah Sakit

WHO Collaborating Centre for Patient Safety pada tanggal 2 Mei 2007 resmi menerbitkan Nine Life Saving Patient Safety Solutions (Sembilan Solusi Life-Saving Keselamatan Pasien Rumah Sakit). Panduan ini mulai disusun sejak tahun 2005 oleh pakar keselamatan pasien dan lebih 100 negara, dengan mengidentifikasi dan mempelajari berbagai masalah keselamatan pasien.

Sebenarnya petugas kesehatan tidak bermaksud menyebabkan cedera pasien, tetapi fakta tampak bahwa di bumi ini setiap hari ada pasien yang mengalami KTD (Kejadian Tidak Diharapkan). KTD, baik yang tidak dapat dicegah (non error) maupun yang dapat dicegah (error), berasal dari berbagai proses asuhan pasien.

Solusi keselamatan pasien adalah sistem atau intervensi yang dibuat, mampu mencegah atau mengurangi cedera pasien yang berasal dari proses pelayanan kesehatan. Sembilan Solusi ini merupakan panduan yang sangat bermanfaat membantu RS, memperbaiki proses asuhan pasien, guna menghindari cedera maupun kematian yang dapat dicegah.

Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) mendorong RS-RS di Indonesia untuk menerapkan Sembilan Solusi Life-Saving Keselamatan Pasien Rumah Sakit, atau 9 Solusi, langsung atau bertahap, sesuai dengan kemampuan dan kondisi RS masing-masing.
  • Perhatikan Nama Obat, Rupa dan Ucapan Mirip (Look-Alike, Sound-Alike Medication Names).
    Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip (NORUM),yang membingungkan staf pelaksana adalah salah satu penyebab yang paling sering dalam kesalahan obat (medication error) dan ini merupakan suatu keprihatinan di seluruh dunia. Dengan puluhan ribu obat yang ada saat ini di pasar, maka sangat signifikan potensi terjadinya kesalahan akibat bingung terhadap nama merek atau generik serta kemasan. Solusi NORUM ditekankan pada penggunaan protokol untuk pengurangan risiko dan memastikan terbacanya resep, label, atau penggunaan perintah yang dicetak lebih dulu, maupun pembuatan resep secara elektronik.


  • Pastikan Identifikasi Pasien.
    Kegagalan yang meluas dan terus menerus untuk mengidentifikasi pasien secara benar sering mengarah kepada kesalahan pengobatan, transfusi maupun pemeriksaan; pelaksanaan prosedur yang keliru orang; penyerahan bayi kepada bukan keluarganya, dsb. Rekomendasi ditekankan pada metode untuk verifikasi terhadap identitas pasien, termasuk keterlibatan pasien dalam proses ini; standardisasi dalam metode identifikasi di semua rumah sakit dalam suatu sistem layanan kesehatan; dan partisipasi pasien dalam konfirmasi ini; serta penggunaan protokol untuk membedakan identifikasi pasien dengan nama yang sama.


  • Komunikasi Secara Benar saat Serah Terima / Pengoperan Pasien.
    Kesenjangan dalam komunikasi saat serah terima/ pengoperan pasien antara unit-unit pelayanan, dan didalam serta antar tim pelayanan, bisa mengakibatkan terputusnya kesinambungan layanan, pengobatan yang tidak tepat, dan potensial dapat mengakibatkan cedera terhadap pasien. Rekomendasi ditujukan untuk memperbaiki pola serah terima pasien termasuk penggunaan protokol untuk mengkomunikasikan informasi yang bersifat kritis; memberikan kesempatan bagi para praktisi untuk bertanya dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan pada saat serah terima,dan melibatkan para pasien serta keluarga dalam proses serah terima.


  • Pastikan Tindakan yang benar pada Sisi Tubuh yang benar.
    Penyimpangan pada hal ini seharusnya sepenuhnya dapat dicegah. Kasus-kasus dengan pelaksanaan prosedur yang keliru atau pembedahan sisi tubuh yang salah sebagian besar adalah akibat dan miskomunikasi dan tidak adanya informasi atau informasinya tidak benar. Faktor yang paling banyak kontribusinya terhadap kesalahan-kesalahan macam ini adalah tidak ada atau kurangnya proses pra-bedah yang distandardisasi. Rekomendasinya adalah untuk mencegah jenis-jenis kekeliruan yang tergantung pada pelaksanaan proses verifikasi prapembedahan; pemberian tanda pada sisi yang akan dibedah oleh petugas yang akan melaksanakan prosedur; dan adanya tim yang terlibat dalam prosedur?Time out? sesaat sebelum memulai prosedur untuk mengkonfirmasikan identitas pasien, prosedur dan sisi yang akan dibedah.


  • Kendalikan Cairan Elektrolit Pekat (concentrated).
    Sementana semua obat-obatan, biologics, vaksin dan media kontras memiliki profil risiko, cairan elektrolit pekat yang digunakan untuk injeksi khususnya adalah berbahaya. Rekomendasinya adalah membuat standardisasi dari dosis, unit ukuran dan istilah; dan pencegahan atas campur aduk / bingung tentang cairan elektrolit pekat yang spesifik.


  • Pastikan Akurasi Pemberian Obat pada Pengalihan Pelayanan.
    Kesalahan medikasi terjadi paling sering pada saat transisi / pengalihan. Rekonsiliasi (penuntasan perbedaan) medikasi adalah suatu proses yang didesain untuk mencegah salah obat (medication errors) pada titik-titik transisi pasien. Rekomendasinya adalah menciptakan suatu daftar yang paling lengkap dan akurat dan seluruh medikasi yang sedang diterima pasien juga disebut sebagai "home medication list", sebagai perbandingan dengan daftar saat admisi, penyerahan dan / atau perintah pemulangan bilamana menuliskan perintah medikasi; dan komunikasikan daftar tsb kepada petugas layanan yang berikut dimana pasien akan ditransfer atau dilepaskan.


  • Hindari Salah Kateter dan Salah Sambung Slang (Tube).
    Slang, kateter, dan spuit (syringe) yang digunakan harus didesain sedemikian rupa agar mencegah kemungkinan terjadinya KTD (Kejadian Tidak Diharapkan) yang bisa menyebabkan cedera atas pasien melalui penyambungan spuit dan slang yang salah, serta memberikan medikasi atau cairan melalui jalur yang keliru. Rekomendasinya adalah menganjurkan perlunya perhatian atas medikasi secara detail / rinci bila sedang mengenjakan pemberian medikasi serta pemberian makan (misalnya slang yang benar), dan bilamana menyambung alat-alat kepada pasien (misalnya menggunakan sambungan & slang yang benar).


  • Gunakan Alat Injeksi Sekali Pakai.
    Salah satu keprihatinan global terbesar adalah penyebaran dan HIV, HBV, dan HCV yang diakibatkan oleh pakai ulang (reuse) dari jarum suntik. Rekomendasinya adalah penlunya melarang pakai ulang jarum di fasilitas layanan kesehatan; pelatihan periodik para petugas di lembaga-lembaga layanan kesehatan khususnya tentang prinsip-pninsip pengendalian infeksi,edukasi terhadap pasien dan keluarga mereka mengenai penularan infeksi melalui darah;dan praktek jarum sekali pakai yang aman.


  • Tingkatkan Kebersihan Tangan (Hand hygiene) untuk Pencegahan lnfeksi Nosokomial.
    Diperkirakan bahwa pada setiap saat lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia menderita infeksi yang diperoleh di rumah-rumah sakit. Kebersihan Tangan yang efektif adalah ukuran preventif yang pimer untuk menghindarkan masalah ini. Rekomendasinya adalah mendorong implementasi penggunaan cairan ?alcohol-based hand-rubs" tersedia pada titik-titik pelayan tersedianya sumber air pada semua kran, pendidikan staf mengenai teknik kebarsihan taangan yang benar mengingatkan penggunaan tangan bersih ditempat kerja; dan pengukuran kepatuhan penerapan kebersihan tangan melalui pemantauan / observasi dan tehnik-tehnik yang lain.
Reposted from KKP-RS

Jumat, 02 Januari 2009

MENCARI DUKUNGAN LEWAT QASIA.COM



Terus terang, akan terasa capek bila mencari back link secara manual.
Langsung aja ini aku mencoba lewat cara-cara yang otomatis, (moga-moga aja bisa), Qasia.com.
masih coba-coba sih, siapa tahu ada yang mau mengikutinya.

Baiklah, apakah fungsi backlink? denger-denger dari negeri tetangga sich, Kita memerlukan backlink untuk meningkatkan pagerank kita dan memudahkan website atau blog kita terindex di dalam search engine.

so. bila kawan-kawan tertarik, langsung aja ngedaftarkan lewat sini.

SALAH KETIK BILA JADI BLOGPSOT

Pernahkah kawan-kawan salah ketik dalam menyebutkan blognya, saya pernah mengalaminya. kaget memang awalnya, tiba-tiba kok muncul laman web yang lain. gara-garanya cuman salah ketik blogspot jadi blogpsot.
nich contohnya:
site: duniamaya98
aneh bukan?
coba aja masukkan nama blogkawan semua, ubah jadi blogpsot.com